Kode Berita: ۳۱۸۴
Tanggal Dimuat: 20 September 2010 - 15:12
Naskah CetakNaskah Cetak
Kirim ke TemanKirim ke Teman
Sebuah Bukti Tentang Sumur Hajat Masjid Jamkaran
Masjid Jamkaran selalu memperoleh perhatian para ulama besar di sepanjang sejarah. Dengan kehendak Ilahi, para pecinta masjid suci hari demi hari semakin bertambah banyak. Setelah bertahun-tahun berlalu dari pembangunannya, berkat inayah Imam Zaman as, setiap tahun, Masjid Jamkaran menjadi tuan rumah para penanti kemunculan Imam Zaman dan para pecinta budaya mahdawiah dan penantian. Begitu laporan Kantor Berita Shabestan menukil uraian Ibrahim Shaduqi selaku Kepala Humas Masjid Jamkaran.
“Salah satu bagian masjid ini adalah Sumur Hajat. Tempat ini tidak memiliki keistimewaan khusus dan juga tidak memiliki hubungan dengan kesucian Masjid Jamkaran,” ungkap Shaduqi.

Di sepanjang tahun, sebagian peziarah dengan menggunakan cara penulisan hajat di sebuah kertas bertawasul kepada Imam Zaman as dan mengajukan seluruh permohonan mereka kepada Allah. Menurut Shaduqi, penulisan hajat seperti ini sering dilakukan oleh sirah para ulama dan juga termaktub dalam buku-buku doa seperti Mafatih Al-Jinan. “Sayangnya, lantaran kebodohan sebagian oknum dan sebagian lagi memang ingin menghancurkan budaya tawasul atau para musuh budaya penantian, budaya penulisan hajat seperti ini diserang habis-habisan,” ujarnya.

Demi mengclearkan masalah dan memberikan keterangan kepada opini umum, para penanggung jawab Masjid Jamkaran akan merilis sebuah bukti penting sehubungan dengan Sumur Hajat ini melalui situs www.jamkaran.info ini.
* Nama:
Email:
* Penilaian: